senang-senang datang la lagi eyh..sahabaT amatlah dialU-alUkan...

Showing posts with label cintakan ALLAH. Show all posts
Showing posts with label cintakan ALLAH. Show all posts

Sunday, 10 July 2011

khutbah terakhir Nabi Muhammad (s.a.w)





Tarikh : 9hb. Zulhijjah Tahun 10 Hijriah
Tempat : Lembah Uranah, Gunung Arafah.

Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendakku katakan. Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini, dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanah kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak.

Janganlah sakiti sesiapa pun, agar orang lain tidak menyakiti kamu pula.Ingatlah bahawa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu, dan dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba', oleh itu segala urusan yang melibatkan riba' di batalkan mulai sekarang.

Berwaspada lah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara perkara besar, maka berjaga jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara perkara kecil.

Wahai manusia , sebagaimana kamu mempunyai hak atas para isteri kamu, mereka juga mempunyai hak di atas kamu.Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang.Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu ata mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai manusia dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini,sembahlah ALLAH, dirikan sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan,dan tunaikan zakat dan harta kekayaan kamu, kerjakan ibadah Haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama, tidak saorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan Beramal Solleh.

Ingatlah, bahawa kamu akan mengadap ALLAH pada suatu hari untuk di pertanggungjawabkan di atas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku. Wahai maanusia, tidak ada lagi Nabi dan Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah disampaikan kepada kamu.

Sesunguhnya, aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikut kedua keduanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, itulah Al-Quran dan Sunnahku. hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikannya kepada orang lain, dan hendaklah orang lain itu menyampaikan pula kepada yang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang mendengar terus dariku.




Saksikan ya-ALLAH, bahawasanya telah aku sampaikan risalahMU kepada hamba-hambaMU.




* ya, ALLAH..aku cinta padaMu...







Sunday, 15 May 2011

A picture of you reminds me




A picture of you reminds me
How the years have gone so lonely
Why do you come and leave me
Without saying that you love me

I'm saying i love you again
Are you listening
Open your eyes once again
Look at me crying

If only you could hear me
Shout your name
If only you could feel
My love again
The stars in the sky will
Never be the same

If only you were here..





now I realise that U always with me, i luv u ALLAH...


waALLAHualam..



Monday, 25 April 2011

tanda-tanda kita cintakan ALLAH..







http://www.muftisays.com/blog/images/uploads/5-banner.jpg



Abu Laits telah menegaskan, bahwa seseorang dinyatakan takut kepada Allah
SWT dapat terlihat tanda-tandanya dalam tujuh macam hal sebagai berikut:





1. Ia memiliki lidah yang selalu menjadikannya sibuk berdzikir atau
bertasbih kepada Allah dengan membaca Al-Qur’an dan mempelajari ilmu agama.





2. Ia memiliki hati yang selalu mengeluarkan dari dalam hatinya
perasaan tidak bermusuhan, iri, dengki dan lain sebagainya.





3. Penglihatannya tidak akan memandang kepada hal-hal yang haram, tidak
memandang dunia dengan keinginan hawa nafsu, tetapi ia memandanginya dengan
mengambil i’tibar dan pelajaran. Rasulullah SAW bersabda; “Barang siapa
memenuhi matanya dengan hal-hal yang haram, Allah SWT akan memenuhi matanya
besok di hari kiamat dengan api neraka”.





4. Perutnya, dia tidak memasukkan hal-hal haram kedalamnya, sebab yang
demikian itu adalah perbuatan dosa, seperti sabda Nabi kita Muhammad SAW
yang artinya: “Ketika sesuap haram masuk dalam perut anak cucu Adam, semua
malaikat di bumi dan di langit membenci dan melaknat kepadanya, selama
suapan itu masih berada dalam perutnya dan kalau ia mati dalam keadaan
seperti itu, maka tempatnya adalah jahanam.





5. Tangannya, dia tidak memanjangkan tangannya kearah hal-hal yang
haram, tetapi memanjangkannya untuk memenuhi keta’atan.





6. Telapak kakinya, dia tidak berjalan kepada hal-hal yang haram atau
kedalam kemaksiatan, tetapi berjalan di jalan Allah SWT dengan bersahabat
atau berteman dengan orang-orang yang sholeh.





7. Keta’atannya, dia menjadikan keta’atannya itu murni dan ikhlas
karena Allah SWT.



Amaliah-amaliah yang tersebut diatas, memang tidak mudah untuk dilaksanakan,
tetapi bagi orang-orang yang benar-benar mengharapkan kebahagiaan yang abadi
di akhirat kelak, beban berat yang mesti dilaksanakan itu bukan lagi menjadi
persoalan, meskipun ia harus merangkak sedikit demi sedikit.

Sudah barang tentu, untuk menanamkan rasa takut kepada Allah SWT hingga
mendarah daging dan tertanam atau terpanteri di dalam hati, harus terlebih
dahulu membiasakan diri dengan memenuhi perintah Allah SWT mulai sejak
kecil. Oleh karena hal tersebut, sudah sepatutnyalah kita mengajak dan
mendidik anak-anak dan adik-adik kita untuk sholat, membaca Al-Qur’an,
beramal shaleh, menta’ati segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala
larangan-Nya. Insya Allah dengan usaha seperti itu dari hari ke hari,
ketaqwaan kita akan selalu bertambah dan meningkat terus, dan ingatlah
bahwasanya iman yang kita miliki terkadang bertambah dan terkadang
berkurang, “al-imaanu yazdaadu wa yanqushu”, dan ketika iman kita berkurang
atau menurun, maka syaitan menjadi kuat menguasai diri kita di sebabkan
karena pertolongan nafsu dan segala kesenangannya, pada saat itulah kita
tertipu oleh hawa nafsu. “Musuhmu yang paling jahat adalah nafsumu sendiri
yang berada diantara kedua sisimu”.



Dengan demikian berarti kita harus mempunyai modal besar dalam mengarungi
hidup yang penuh dengan aneka ragam godaan syetan dan duniawi. Allah SWT
berfirman: “Dan hendaklah setiap manusia memperhatikan apa yang dia ajukan
untuk hari esok”.



Dengan memenuhi perintah Allah SWT, tentu kita akan senantiasa mengoreksi
diri, apa kekurangan kita? Apa kesalahan kita? Dan kapan kita memperbaiki
diri? Kapan kita berbuat amal kebajikan? Kapan kita beramal sholeh?.
Dengan demikian, tepatlah apa yang di katakan oleh Sayyidina Umar bin
Khattab Radiallahu ‘anhu:



“Hisabilah diri kalian atau adakanlah perhitungan pada diri kalian sebelum
kalian di hisab”.





Sekali lagi marilah kita adakan perhitungan, sudahkah kita penuhi
perintah-perintah Allah? Dan sudahkah kita menjauhi larangan-laranganNya!







waALLAHualam..







Followers